Perancangan Ulang dan Analisa Mesin Benchtop Injection Molding dengan Metode VDI 2222
Isi Artikel Utama
Abstrak
Cetakan injeksi adalah proses dimana plastik dipanaskan hingga melunak untuk mengisi cetakan tertutup dan membentuk suatu produk. Salah satunya yaitu benchtop injection molder dimana mesin tersebut sebelumnya yang sudah dibuat di POLMAN memiliki permasalahan yaitu pada struktur rangka utama dan mekanisme injeksi yang kurang kokoh saat proses injeksi dan sistem pemanas yang mengalami overheat. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan perancangan ulang dan analisa pada mesin benchtop injection molder existing. Metodologi perancangan yang dipakai adalah VDI 2222, yaitu metodologi desain konsep teknis yang cocok untuk pengembangan produk. Simulasi Heat Transfer pada rancangan existing dan rancangan terbaru menggunakan Software COMSOL dengan parameter geometri, material, temperature, inlet dan outlet fluida, serta mesh. Didapatkan hasil penyebaran panas tidak merata hingga tengah pada barel existing di suhu 4600K, sedangkan barel yang baru penyebaran panas merata hingga tengah pada 4730K pada detik ke 10. Mesin terbaru memiliki berat 17,78 kg, dimensi 775 x 266 x 426 mm, kapasitas barel 19 gram dengan frame almunium dan pemasangan band heater yang rapat.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Rincian Artikel
Artikel yang diajukan untuk dipublikasikan pada JTRM (Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur) ini adalah karya dari penulis dan/atau tim penulis yang memiliki pembahasan pada bidang sains dan teknologi. Naskah tersebut belum pernah dipublikasikan di Jurnal (media) apapun atau tidak sedang diajukan untuk dipublikasikan pada jurnal atau prosiding lain. Apabila terdapat duplikasi penerbitan, artikel akan dicabut/dihapus oleh Dewan Redaksi.
Nama dan alamat email yang dimasukkan pada laman JTRM (Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur) hanya akan digunakan sebatas kepentingan penerbitan artikel pada laman JTRM (https://jtrm.polman-bandung.ac.id/) dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Referensi
[2] Brydson, T. J. A. (2017) Brydson’s Plastics Materials, Brydson’s Plastics Materials. doi: 10.1016/c2014-0-02399-4.
[3] Dudi Indrajit, Mudah dan Aktif Belajar Fisika. Jakarta, 2009.
[4] G. Pahl (2006) Engineering design, Constructing the Future and Modelling. doi: 10.4324/9780203967461.
[5] Ghurri, A. (2014) ‘Dasar-Dasar Mekanika Fluida’, Jurnal Dasar-Dasar Mekanika Fluida, pp. 1–73.
[6] H. Wittel, D. Muhs, D. Jannasch, and J. Voßiek. (2009). Roloff/Matek Maschinenelemente
[7] Haryadi and Mahmudi, A. (2012) ‘Textbook on Heat Transfer’, p. 72.
[8] Hibbeler, R. C. (2015) Mechanics of Material. 10th edn.
[9] J.P.Holman (2008) ‘Heat Transfer, Tenth Edition’, Managed Pressure Drilling, pp. 301–303. doi: 10.1016/b978-1-933762-24-1.50019-x.
[10] Melick, V. H. G. . (2020) ‘Design of an injection molding machine’, 1995(189), pp. 1–76.
[11] Norrie, D. H. (1987) A first course in the finite element method, Finite Elements in Analysis and Design. doi: 10.1016/0168-874x(87)90008-4.
[12] Oberg, E. (2000) ‘Machinery ’ s Handbook ᭹ Strength Of Materials’, Strength of Materials.
[13] Rosato, Dominic, Rosato, Donald and Rosato, M. (eds) (2000) Injection Molding Handbook, Injection Molding Handbook. New York: Springer Science+Business Media, LLC. doi: 10.1007/978-1-4615-4597-2.
[14] Taha, T. R. (2005) An Introduction to Parallel Computational Fluid Dynamics, IEEE Concurrency. doi: 10.1109/mcc.1998.736434.
[15] Yamin L, Wanming C. Implementation of Single Precision Floating Point Square Root on FPGAs. IEEE Symposium on FPGA for Custom Computing Machines. Napa. 2011: 226-23