https://jtrm.polman-bandung.ac.id/index.php/JTRM/issue/feedJTRM (Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur)2026-10-19T08:48:09+00:00JTRM (Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur)bagas@polman-bandung.ac.idOpen Journal Systems<p align="justify"><strong><img src="/public/site/images/polman/JTRM.png" width="410" height="72"></strong></p> <p align="justify"><strong>JTRM (Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur)</strong> adalah jurnal yang difokuskan pada kajian, alih teknologi, difusi ilmu pengetahuan dan teknologi, rekayasa teknologi dan kebijakan pada bidang manufaktur.</p> <p align="justify">Frekuensi penerbitan artikel JTRM dalam setahun sebanyak dua nomor, pada bulan April dan bulan Oktober yang diterbitkan oleh Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung).</p>https://jtrm.polman-bandung.ac.id/index.php/JTRM/article/view/267Kaji Eksperimental Retrofit R-134a Menjadi R-600a Terhadap Kinerja Sistem Cold Handling Unit 2026-10-19T08:47:05+00:00Listya Utarilistya.utari@polban.ac.idFitto Ramadhanfitto.ramadhan.tptu421@polban.ac.idMuhamad Anda Falahuddinm.andafalahuddin@polban.ac.idTriaji Pangripto Pramudantorotriajipangripto@polban.ac.id<p>Industri refrigerasi terus berkembang di tengah tantangan global terkait dampak lingkungan akibat penggunaan refrigeran. Salah satu refrigeran yang umum digunakan saat ini adalah R-134a, namun refrigeran ini memiliki potensi pemanasan global (GWP) sebesar 1430. Sebagai alternatif, R-600a dipertimbangkan karena memiliki GWP sangat rendah, yaitu hanya 3, serta memiliki kompatibilitas yang baik terhadap sistem berbasis R-134a. Penelitian ini bertujuan menganalisis performa sistem refrigerasi setelah dilakukan retrofit dari R-134a ke R-600a. Pengujian dilakukan pada dua variasi temperatur kondensasi: 33,29°C dan 35,29°C. Hasil menunjukkan bahwa pada temperatur 33,29°C, COP meningkat 30%, efisiensi meningkat 12%, dan konsumsi listrik menurun 32%. Pada temperatur 35,29°C, COP meningkat 22%, efisiensi 6%, dan konsumsi listrik turun 30%. Selain itu, R-600a hanya memerlukan 50% massa refrigeran dibandingkan R-134a. Temperatur 33,29°C dinilai sebagai kondisi optimal dengan kinerja terbaik dan waktu pendinginan lebih cepat. Hasil ini mendukung potensi R-600a sebagai refrigeran alternatif ramah lingkungan.</p>2026-04-29T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://jtrm.polman-bandung.ac.id/index.php/JTRM/article/view/249Perancangan Drilling Jig Fixture untuk Flange Drum Spinner di PT. Melu Bangun Wiweka2026-10-19T08:38:59+00:00Meri Rahmimeri@de.polman-bandung.ac.idNatasya Azizia Putrimeri@de.polman-bandung.ac.idAkbar Robiyanameri@de.polman-bandung.ac.id<p>Salah satu proses pembuatan ban adalah <em>building</em>. Proses ini dapat dilakukan menggunakan mesin <em>drum spinner</em>. Mesin ini memerlukan komponen <em>flange</em> sebagai penghubung antar <em>frame </em>dan <em>drum</em>. Proses pengeboran <em>flange</em> di PT. Melu Bangun Wiweka masih dilakukan secara manual, akibatnya terjadi ketidaksesuaian posisi lubang. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan perancangan <em>drilling jig fixture</em> sebagai alat bantu pengeboran lubang pada produk <em>flange</em>. Pembuatan <em>drilling jig fixture</em> dapat mengarahkan mata bor dengan presisi pada titik penggeboran. Material yang digunakan adalah SS400 karena mudah diproses dengan permesinan manual sekalipun. Hasil ukuran <em>jig fixture</em> untuk <em>flange </em>tersebut adalah 303x400x500 mm. Penggunaan <em>jig fixture</em> mampu mempersingkat waktu pengeboran dari yang awalnya 21,67 menit menjadi 8,17 menit. Estimasi total biaya pembuatan <em>fixture</em> sebesar Rp 12.097.097. Dengan adanya <em>fixture,</em> total penghematan untuk 1000 produk perbulan Rp 6.436.000. Berdasarkan analisis biaya tersebut, titik <em>Break Even Point</em> (BEP) dicapai pada produksi produk ke-1879 dengan harga jual per produk Rp 17.807.</p>2026-04-29T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://jtrm.polman-bandung.ac.id/index.php/JTRM/article/view/239Perancangan Ulang Rem Tromol Sepeda Motor Supra Menggunakan Metode Reverse Engineering dengan Analisis Von Mises2026-10-19T08:47:27+00:00Hanandira Wistikhiranahanandira.wistikhirana.tm22@mhsw.pnj.ac.idAchmad Adfa Alfiansyahhanandira.wistikhirana.tm22@mhsw.pnj.ac.idDhiya Luqyanahanandira.wistikhirana.tm22@mhsw.pnj.ac.id<p>Penelitian ini melakukan perancangan ulang rem tromol sepeda motor Honda Supra melalui metode <em>reverse engineering</em>. Inovasi dilakukan pada material <em>brake shoe</em> dengan menggunakan paduan aluminium untuk menurunkan berat dan meningkatkan ketahanan korosi. Selain itu, ditambahkan <em>brake lining</em> berbahan <em>Non Asbestos Organic</em> (NAO) yang memiliki performa gesek tinggi dan ketahanan aus yang baik. Modifikasi desain meliputi penambahan ketebalan rib brake shoe untuk mengurangi konsentrasi tegangan dan menambah desain brake lining dengan chamfer pada permukaannya, dengan ketebalan brake lining 5 mm. Evaluasi kekuatan struktur dilakukan dengan simulasi <em>Finite Element Analysis</em> (FEA) menggunakan tegangan von Mises sebagai indikator. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain dan material baru berhasil mengurangi konsentrasi tegangan.</p>2026-04-29T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://jtrm.polman-bandung.ac.id/index.php/JTRM/article/view/286Perancangan Mesin Angkat Sampah dengan Sistem Ladder Hoist untuk Aliran Sungai Kecil Berbasis Metode VDI 22222026-10-19T08:41:03+00:00Dafa Raihan Putra Hamdanibustami@polman-bandung.ac.idBustami Ibrahimbustami@polman-bandung.ac.id<p>Permasalahan pencemaran sungai akibat penumpukan sampah, khususnya di aliran sungai kecil perkotaan seperti di Kota Bandung, masih menjadi isu lingkungan yang signifikan. Aktivitas pengangkutan sampah yang selama ini dilakukan secara manual dinilai kurang efisien karena membutuhkan tenaga besar, waktu lama, dan rentan membahayakan petugas. Untuk menjawab permasalahan ini, dilakukan perancangan mesin angkat sampah dengan sistem ladder hoist menggunakan pendekatan metode VDI 2222. Tahapan perancangan meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data lapangan melalui observasi dan wawancara, pengembangan konsep fungsi dan subfungsi, evaluasi alternatif, serta analisis konstruksi dan perhitungan teknis. Mesin dirancang memiliki kapasitas angkut maksimal 140 kg, mampu mengangkat 2–4 karung sampah per siklus, dan dapat digunakan pada sungai dengan tinggi tebing 2–5 meter. Sistem pengangkat menggunakan motor listrik DC berbasis aki dan struktur rangka galvanis yang dapat dibongkar pasang secara modular. Hasil akhir dari perancangan menunjukkan bahwa mesin ini dapat meningkatkan efisiensi proses pengangkatan sampah hingga lebih dari 2 kali lipat dibandingkan metode manual, serta dapat direalisasikan menggunakan komponen lokal yang tersedia di dalam negeri. Dengan desain yang ringkas, portabel, dan berbasis sistem mekanis sederhana, mesin ini diharapkan menjadi solusi aplikatif dalam mendukung kegiatan pembersihan sungai secara berkelanjutan.</p>2026-04-29T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://jtrm.polman-bandung.ac.id/index.php/JTRM/article/view/197Pemodelan dan Desain Kendali Torsi Menggunakan Metode Sistem Identifikasi untuk Meningkatkan Kenyamanan Penumpang Pada Trem Otonom2026-10-19T08:48:09+00:00Azarya Pramayudo23220364@std.stei.itb.ac.idArief Syaichu Rohman23220364@std.stei.itb.ac.idBambang Riyanto Trilaksono23220364@std.stei.itb.ac.id<p>Trem merupakan kendaraan transportasi yang masuk kedalam kategori Light Rail Vehicle (LRV) atau kereta api ringan yang beroperasi di daerah perkotaan dan menghubungkan satu daerah dengan daerah lain yang masih dalam satu lingkungan kota besar. Jalur trem berbeda dengan kereta api konvensional dimana jalur tram biasanya merupakan jalur khusus yang berada di jalan raya ataupun berdampingan dengan jalan raya yang dilengkapi dengan pembatas tertentu. Kondisi tersebut memunculkan tantangan baru dimana trem otonom harus mampu beradaptasi dengan lingkungan dinamis tesebut. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem kendali yang mempertimbangkan kenyamanan penumpang terutama saat melakukan pengereman atau perlambatan ketika dihadapkan pada situasi dan kondisi tertentu. Metode System Identification dipilih untuk mengenali respon real sistem terhadap suatu input tertentu dimana hasil identifikasi tesebut digunakan untuk mendesain pengendali. Hasil identifikasi dan rancangan kendali kemudian di uji menggunakan aplikasi matlab untuk melihat kemampuan sistem kendali yang sudah dirancang dalam memberikan penurunan kecepatan yang nyaman bagi penumpang. Hasil perancangan menunjukkan kendali mampu mengatur perubahan nilai torsi yang menjaga akselerasi dan laju perubahan nya tetap dibawan batas aman.</p>2026-04-29T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##