Pengendalian Suhu dan Kelembapan Sistem Aeroponik Tanaman Stroberi Berbasis IOT Menggunakan Fuzzy Logic

Isi Artikel Utama

Fitria Suryatini
Wahyudi Purnomo
Maya Delistiani

Abstrak

Penanaman tanaman stroberi secara konvensional cukup sulit dilakukan karena membutuhkan ruang, tenaga kerja, air, serta lahan yang subur. Karenanya, penanaman tanaman tanpa tanah dapat diterapkan. Sistem aeroponik adalah penanaman menggunakan media udara. Akar tanaman dibiarkan menggantung dan disemprot nutrisi. Keistimewaannya adalah dapat mengurangi konsumsi air, pupuk, dan pemaksimalan lahan. Pada penelitian ini mist nozzle dikendalikan oleh mikrokomputer menggunakan  logika Fuzzy untuk menyemprot bagian akar dan tajuk dengan masukan sensor suhu dan kelembapan. Kebutuhan nutrisi akar dikendalikan dengan metode on-off. LED dikendalikan menurut waktu. Kadar pH pada tandon nutrisi dapat diawasi menggunakan sensor pH. Sistem dapat diawasi dan dikendalikan dengan antarmuka pada Android. Hasil penelitian menunjukkan ketercapaian nilai rata-rata kebutuhan suhu akar yakni 23,3℃ dari rentang 18-30℃, dan suhu tajuk 21,5℃ dari rentang 14-25℃. Selain itu, kelembapan akar dan tajuk juga masuk dalam rentang kebutuhan 85-95% yakni 89% dan 93%.  Sistem pengawasan dan pengendalian dapat dilakukan dari jarak jauh dengan menggunakan aplikasi Blynk.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Rincian Artikel

Bagian
Articles

Referensi

[1] A. E. L. Riane W. Senewe and M. L. Sondakh, “Faktor Penunjang dan Penghambat Usahatani Stroberi di Kelurahan Rurukan dan Rurukan Satu, Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon,” Agri-SosioEkonomi Unsrat, vol. 12, pp. 145–154, 2017.
[2] . M. D. S., “a Review on Plant Without Soil - Hydroponics,” Int. J. Res. Eng. Technol., vol. 02, no. 03, pp. 299–304, 2013.
[3] A. AlShrouf, “Hydroponics, Aeroponic and Aquaponic as Compared with Conventional Farming,” Am. Sci. Res. J. Eng. Technol. Sci., vol. 27, no. 1, pp. 247–255, 2017.
[4] Nasa, “NASA: Innovative Partnerships,” Transportation (Amst)., 2006.
[5] M. B. S, M. I. M. A. S, V. Moneesha, K. Naveen, and Y. Sathya, “Urban based Agriculture using Aeroponic Technology,” pp. 2182–2185, 2019.
[6] M. I. Sani, S. Siregar, A. P. Kumiawan, R. Jauhari, and C. N. Mandalahi, “Web-based monitoring and control system for aeroponics growing chamber,” ICCEREC 2016 - Int. Conf. Control. Electron. Renew. Energy, Commun. 2016, Conf. Proc., pp. 162–168, 2017.
[7] S. C. Kerns and J.-L. Lee, “Automated Aeroponics System Using IoT for Smart Farming,” Eur. Sci. J., no. September, pp. 7–8, 2017.
[8] A. Safrimawan, “Sistem Kontrol Pemberian Nutrisi pada Budi Daya Tanaman Aeroponik Berbasis Fuzzy Logic,” Tugas Akhir.
[9] A. Hardanto, A. Mustofa, and S. Sumarni, “Drip Irrigation Method and Organic Matter Composition on Strawberry Cultivation,” J. Keteknikan Pertan., vol. 23, no. 1, pp. 15–24, 2009.
[10] I. A. Lakhiar, G. Jianmin, T. N. Syed, F. A. Chandio, N. A. Buttar, and W. A. Qureshi, “Monitoring and control systems in agriculture using intelligent sensor techniques: A review of the aeroponic system,” J. Sensors, vol. 2018, no. December, 2018.
[11] F. Suryatini, M. Maimunah, and F. I. Fauzandi, “Implementasi Sistem Kontrol Irigasi Tetes Menggunakan Konsep IoT Berbasis Logika Fuzzy Takagi-Sugeno,” JTERA (Jurnal Teknol. Rekayasa), vol. 4, no. 1, p. 115, 2019.